kesalahan renovasi dapur

15 Kesalahan Renovasi Dapur dan Cara Menghindarinya

Sering kali pemilik rumah mengabaikan beberapa hal atau melakukan kesalahan saat renovasi dapur yang mungkin tidak disadari. Kelalaian ini dapat berpengaruh ke penggunaan dapur nantinya. Jika Anda sedang berencana membangun/memperbaiki dapur, simak artikel ini untuk menghindari kesalahan renovasi dapur. 

Dalam membuat sebuah dapur, banyak aspek yang harus direncanakan dengan matang. Misalnya, dari segi fungsi, pencahayaan, perabotan, dan lain-lain perlu disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya. Bisa jadi Anda pun kurang memperhatikan beberapa hal berikut yang justru membuat dapur kurang efektif:

Faktor pencahayaan

Kesalahan: pencahayaan kurang direncanakan dengan maksimal

Pencahayaan sangat berguna dalam membantu Anda menyiapkan masakan dengan aman. Anda tidak ingin memotong sayuran dalam kondisi redup atau di dalam bayangan bukan? Itu lah fungsi task lamp atau lampu kerja yang biasanya langsung menyoroti meja dapur atau countertop.

Lampu gantung atau lampu utama dapur perlu dipasang secara tepat agar sinarnya menerangi sebagian besar area dapur. Lampu ini berfungsi memudahkan Anda saat mencari barang di dalam kabinet.

Solusi: evaluasi jangkauan cahaya lampu dan kombinasikan beberapa jenisnya

Sebelum memasang lampu, perkirakan area mana saja yang terjangkau sinar lampu dan mana yang tidak. Jangan lantai menjadikan area “gelap” sebagai sarana aktivitas memotong bahan makanan tanpa dipasang lampu sama sekali.

Kombinasikan beberapa jenis pencahayaan seperti lampu kerja untuk tempat menyiapkan makanan serta lampu gantung untuk menyinari seluruh dapur. Anda dapat menambahkan lampu aksen demi menunjang tampilan dapur agar lebih intim.  

Layout dapur

Kesalahan: tidak mempertimbangkan aspek workflow saat merencanakan layout dapur

Kulkas, kompor, dan wastafel adalah segitiga utama dapur yang sebaiknya tidak saling berjauhan. Pada kasus tertentu, malah jarak 3 elemen ini terlalu dekat. Penempatan kabinet atau rak yang tidak strategis kadang mempersulit alur dapur. Misalnya, posisi kabinet terlalu berdekatan dengan oven. Ketika membuka kabinet dapur, pintunya malah menabrak oven. 

Solusi: posisikan semua elemen dengan jarak yang cukup terjangkau

Pikirkan soal posisi kompor, meja dapur, tempat penyimpanan bahan konsumsi dan non konsumsi, area untuk menyiapkan makanan, serta area bersih-bersih. Jarak antarelemen dapur perlu diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu alur kerja Anda. Yang cukup terjangkau tapi tidak terlalu dekat.

Detil letak perabotan dengan perawatan khusus wajib direncanakan dengan maksimal untuk meminimalisir risiko kerusakannya. 

Ukuran peralatan dan perabotan

Kesalahan: tidak mengukur perabot dan peralatan dapur saat perencanaan

Satu hal yang sering dilewatkan adalah mengukur perabot dan peralatan masak sebelum memasukkannya ke dapur. Kesalahan ini mengakibatkan tampilan yang kurang simetris dan canggung. Apalagi kalau ternyata panci baru yang Anda beli malah terlalu besar untuk masuk ke kabinet. 

Solusi: hitung dimensi perabotan dapur DAN peralatan masak

Lakukan pengukuran pada perabot dan peralatan masak yang hendak Anda beli dan sesuaikan dengan luas dapur. Jadikan sebuah kebiasaan terutama bila ukuran dapur Anda sempit.

Jangan sampai Anda memasukkan kulkas yang terlalu besar atau kompor gas yang besarnya tidak sesuai dengan luas meja dapur. Jika nantinya ingin dipindah Anda bahkan tak punya ruang untuk menggesernya. 

Perhatikan kenyamanan saat Anda beraktivitas di dapur. Apakah ukuran perabot dapat memengaruhi pergerakan dan akses keluar masuk dapur. Ketika sudah bisa memperkirakan dimensi perabotan yang besar tersebut, Anda bisa beralih ke hal-hal detil lainnya.

Ventilasi udara

BRITTANY AMBRIDGE on Domino

Kesalahan: tidak memasang cooker hood

Kegunaan cooker hood sering diabaikan karena anggapan bahwa keberadaan jendela saja sudah cukup. Akan tetapi, adanya jendela dapur kadang tak cukup untuk mengusir bau masakan yang kuat.

Selain itu, kelembapan yang dihasilkan uap masakan dapat diserap oleh furnitur berbahan kain di sekitar dapur. Seiring berjalannya waktu, dapur yang lembap akan memicu pertumbuhan jamur.

Solusi: pasang cooker hood yang sesuai budget
Pastikan untuk memasukkan cooker hood dengan kipas extractor pada prioritas dapur Anda. Kipas ini berfungsi mengeluarkan aroma tak sedap dan mengurangi kelembapan dapur. Saat ini, banyak pilihan cooker hood dengan harga relatif terjangkau yang bisa Anda pilih demi menjaga kualitas udara di dapur dan rumah. 

Akses ke semua kebutuhan dapur

Kesalahan: mencapur semua bumbu dan alat di dalam kabinet

Mencampur semua rempah dan alat masak dalam satu kabinet mungkin terdengar simpel. Pada praktiknya, hal ini justru menyulitkan Anda. Contohnya, ketika Anda ingin membuat kue. Bahan kue, topping, dan sendok ukur bercampur dengan rempah-rempah untuk masakan asin.

Mau tidak mau, Anda harus mengeluarkan rempah yang tidak dipakai lalu memasukannya lagi. 

Belum lagi kalau loyang yang Anda cari disatukan dengan panci atau wajan. Loyang belum tentu diletakkan di depan pintu kabinet jadi harus dikeluarkan dulu semuanya. Mendengarnya saja sudah repot, bukan?

Solusi: pakai storage dengan laci khusus untuk kebutuhan tertentu

Jika memungkinkan, kelompokkan rempah, bahan masakan, maupun alat masak sesuai fungsinya. Misalnya, bahan kue yang ukurannya kecil disatukan dalam laci yang sama. Begitu pula dengan bumbu rempah. Pisahkan di laci yang berbeda dan bila perlu beri nama laci sesuai kategori fungsinya. 

Tempat penyimpanan

kitchen
Dominique Vorillon on Country Living

Kesalahan: tidak memperkirakan kebutuhan tempat penyimpanan

Salah satu kesalahan renovasi dapur yang dapat berakibat fatal adalah tidak mempertimbangkan soal tempat penyimpanan/storage. Kurangnya tempat menyimpanan memaksa Anda meletakkan alat masak dan bahan makanan di atas meja.

Dengan demikian, dapur terasa sesak secara visual dan mengganggu aktivitas memasak secara keseluruhan.

Solusi: pasang kabinet yang tinggi sampai ke langit-langit

Anda pasti menginginkan countertop yang bisa dipakai dengan leluasa. Oleh sebab itu, pasang kabinet yang menjulang sampai langit-langit. Semua peralatan yang sekiranya sering atau jarang dipakai bisa disimpan di situ. Penyebab dapur berantakan bisa lebih terkendali.

Cara ini sangat tepat digunakan pada dapur dengan luas yang terbatas dan bagi yang tidak memiliki kabinet setinggi lantai hingga langit-langit. Selain itu, keuntungan dari jenis kabinet ini adalah membuat dapur terlihat lebih megah.

Jumlah stop kontak

Kesalahan: Terlalu berhemat jumlah stop kontak

Mungkin Anda merasa 2 buah stop kontak cukup alat-alat elektronik yang ada di countertop. Sayangnya, ini justru dapat menyulitkan Anda terutama jika Anda punya banyak alat dapur bertenaga listrik seperti, blender, pemasak nasi, mixer, pemanggang roti, ketel, atau bahkan charger ponsel.

Solusi: pasang stop kontak hingga 4-5 buah

Anda membutuhkan colokan listrik yang dipakai untuk alat dapur sehari-hari serta alat yang jarang digunakan sekalipun. Sediakan soket listrik sejumlah 4-5 buah demi kenyamanan beraktivitas di dapur.

Jika ingin stop kontak tidak mengganggu visual meja dapur, buat ia tersembunyi. Di dalam laci atau di bawah kabinet atas. Anda tidak perlu mencabut-pasang kabel lagi demi bisa digunakan pada saat yang sama.

Backsplash

Kesalahan: hanya mengandalkan tembok polos pada area kompor dan cuci piring

Backsplash adalah tambahan material untuk menutupi celah di dapur, seperti dari meja dapur ke kabinet, demi melindungi dinding dari percikan. Acap kali bagian ini terabaikan padahal kegunaannya membantu si pemilik rumah membersihkan noda makanan dan percikan minyak maupun air.

Solusi: pasang ubin sebagai backsplash

Pada proyek renovasi dapur selanjutnya, pasang backsplash untuk menghindari kesalahan yang pernah terjadi. Ubin keramik atau material lain yang sifatnya mudah dibersihkan dan tahan lama dapat dipasang sebagai backsplash.

Anda dapat memasangnya hingga setinggi tembok dapur untuk efek visual yang lebih mewah dibanding instalasi backsplash biasa.  

Konsep ramah lingkungan

Kesalahan: tidak memisahkan tempat sampah berdasarkan sifatnya

Rumah ramah lingkungan dapat dimulai dari dapur. Bagaimana pemiliknya mengolah sampah membawa dampak lingkungan. Akan tetapi, hal ini belum menjadi kebiasaan masyarakat luas. Padahal memiliki tempat sampah terpisah, organik dan anorganik misalnya, bisa menguntungkan pemiliknya.

Solusi: sediakan tempat sampah terpisah dan tersembunyi

Mulailah praktik memisahkan sampah dengan menyediakan dua tempat atau lebih untuk sampah dapur. Mana yang untuk sampah makanan, plastik, logam, maupun kaca. Pakai tempat sampah yang didesain tersembunyi dalam kabinet jika tidak ingin terganggu dari aroma tak sedap maupun secara visual.

Dengan demikian, sampah dapur lebih terkendali. Anda dapat langsung memanfaatkan sampah organik sebagai pupuk tanpa perlu repot memisahkannya dari jenis sampah lain. 

Pilihan lantai

blue kitchen by Emily Henderson
Zeke Ruelas on Architectural Digest

Kesalahan: asal pilih material lantai untuk dapur

Dapur merupakan salah satu tempat yang paling ramai digunakan dalam satu rumah sehingga perlu material lantai yang kuat. Selain itu, noda makanan, kotoran, percikan minyak, dan suhu di dapur yang relatif tinggi dibanding ruang lain, jadi faktor pemilihan material tersebut.

Salah satu kesalahan renovasi dapur adalah pemilihan lantai tanpa pertimbangan matang. Sebaiknya jangan asal pilih material yang murah apalagi tipis. Isi dapur amat berat dan kriteria itu justru akan membuat Anda mengganti lantai setiap beberapa tahun sekali.

Solusi: pilih material lantai yang kuat, tahan lama, dan mudah dibersihkan

Pilihlah material lantai yang kokoh, awet, anti licin, dan mudah dibersihkan. Bila perlu, pilih yang punya banyak model finishing agar lantai dapur semakin bergaya. Lantai vinyl modern boleh masuk pertimbangan Anda dalam salah satu pilihan terbaik untuk lantai dapur dengan sifatnya yang awet. 

Karakter dapur

Kesalahan: karakter dapur tidak menyesuaikan karakter penghuninya

Desain dapur yang ada di internet atau majalah mungkin menarik untuk proyek renovasi dapur Anda. Namun, jangan lupa sesuaikan dengan karakter rumah, kebiasaan masak Anda, maupun kebutuhan keluarga. Ingat, dapur yang nyaman adalah yang bisa memenuhi kebutuhan pemiliknya, tak sekadar soal tampilan.

Solusi: sesuaikan dapur dengan kebiasaan dan gaya hidup Anda

Sebelum merenovasi/membangun dapur, tanyakan pada diri Anda sendiri apakah desain ini sudah sesuai dengan kebiasaan Anda dan keluarga. Jika Anda memiliki anak yang senang berada di dapur, maka ciptakan layout yang ramah anak.

Sering memasak dalam jumlah besar? Tentu butuh countertop lebar dan mungkin Anda membutuhkan meja dapur island untuk mendukung kegiatan memasak. Ingat-ingat juga seberapa banyak alat masak yang Anda punya.  

Meja dapur

Kesalahan: memenuhi countertop demi kemudahan akses

Demi proses masak yang lebih mudah, semua peralatan diletakkan di atas meja. Saatnya hentikan kebiasaan ini. Memenuhi meja dapur hanya menjadikannya terlihat sempit dan berantakan. 

Solusi: gantung alat masak di atas meja

Pasang gantungan untuk spatula, talenan, sendok sayur, maupun sauce pan di backsplash bawah kabinet atau dekat wastafel. Anda tetap bisa menjangkaunya dengan mudah tanpa memenuhi countertop

Tampilan serba putih

white kitchen
William Waldron on Country Living

Kesalahan: memilih material dan perabot serba putih untuk dapur

Warna putih memberi kesan bersih, tapi terlalu banyak warna putih pada dapur malah menampilkan kesan dingin. Belum lagi, minyak, tumpahan, kerak makanan, akan terlihat dengan jelas. Kabinet warna putih dapat memudar seiring berjalannya waktu dan goresannya tampak jelas dipandang.

Solusi: tambahkan elemen warna lain dan mainkan tekstur

Pilih warna yang berani sebagai aksen atau warna dasar. Kalau ingin mencoba warna baru, Anda bisa mengaplikasikannya dengan mengecat kabinet. Kalau ingin ganti warna lain, Anda selalu bisa mengecat ulang.

Apabila tetap ingin menggunakan warna putih sebagai dasar, tambahkan elemen warna lain pada meja dapur atau aksen kabinet. Mainkan tekstur sesuai kreativitas Anda agar tampilan dapur tidak membosankan. 

Budget membuat dapur

Kesalahan: membeli material dan perabot yang mahal dan trendi

Saat merencanakan renovasi dapur, bisa jadi yang terlintas di pikiran Anda adalah perabotan mewah dan terbaru. Namun, penting untuk diperhatikan adalah kebutuhan dapur Anda. Gunakan dana yang Anda miliki dengan bijak dan fokus pada fungsi daripada sekadar tren.

Solusi: tetapkan budget dan sebisa mungkin berhemat

Pembengkakan biaya dapat terjadi saat renovasi dapur. Oleh karena itu, tetapkan rencana anggaran yang realistis dan patuhi itu. Jangan habiskan lebih dari 20% nilai rumah Anda untuk renovasi dapur. Sepertiga dari biaya itu boleh diinvestasikan untuk kabinet dapur.

Untuk berjaga-jaga, siapkan setidaknya 10% untuk pengeluaran mendadak.

Berhemat menjadi kunci penting dalam menjaga rencana budget agar tetap aman. Anda dapat mengunjungi toko yang menjual barang second hand.

Carilah yang masih pantas dipakai dan lihat apakah ada kerusakan yang masih bisa diperbaiki tanpa menguras kantong lebih banyak. Bandingkan harga di satu tempat dan tempat lain serta garansi yang masih berlaku.

Jasa profesional

Image may contain: Indoors, Room, Interior Design, Kitchen, and Flooring
Richard Powers on Architectural Digest

Kesalahan: tidak menggunakan jasa profesional

Tidak menggunakan jasa profesional dapat menjadi senjata makan tuan Anda. Mengapa? Meskipun niat Anda berhemat, tetapi bila proyek tidak dikonsultasikan dengan ahlinya, rencana Anda bisa jadi sia-sia. Ada kemungkinan terjadinya kesalahan yang tidak bisa ditangani sendiri atau bahkan memengaruhi rencana anggaran.

Solusi: konsultasi ke jasa profesional tentang proyek renovasi dapur

Sadarkah Anda bahwa dapur adalah area yang paling rumit dan mahal untuk didesain? Dengan menyerahkannya pada jasa renovasi profesional, Anda tak perlu pusing memikirkan perhitungan serta tampilan dapur yang diinginkan.

Kalau Anda sudah memiliki referensi khusus, Anda dapat langsung berkonsultasi dengan penyedia jasa agar Anda mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Setelah membaca artikel ini, hindari dan jangan ulangi kesalahan renovasi dapur yang sering dilakukan, ya. Semoga bermanfaat!

Share This Article!

2 thoughts on “15 Kesalahan Renovasi Dapur dan Cara Menghindarinya”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You have successfully subscribed to the newsletter

There was an error while trying to send your request. Please try again.

HAPPY LIVING will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.