Ingin Renovasi Rumah dengan Biaya Murah? Ikuti Triknya!

Sebagai salah satu investasi Anda yang paling berharga, rumah membutuhkan renovasi yang bisa Anda agendakan setidaknya setiap 5-10 tahun sekali. Masa pakai rumah bisa sebernanya bisa bertahan lebih lama, bahkan bisa lebih dari 50 tahun. Namun saat memasuki usia 5-10 tahun biasanya rumah sudah memperlihatkan kerusakan, baik dari cat, atap, ataupun fungsi atau tampilan rumah yang perlu diperbaharui. 

Permasalahan yang sering muncul saat Anda hendak merenovasi rumah adalah masalah biaya. Lalu bagaimana solusinya jika ingin merenovasi rumah tanpa membuat kantong Anda jebol? Lalu bagaimana solusinya jika ingin merenovasi rumah tanpa membuat kantong Anda jebol? Simak tips dan trik merenovasi rumah dengan biaya murah berikut ini.

Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Tertib dalam Menjalankannya

Dalam merenovasi rumah, jangan lupa untuk melakukan perhitungan biaya secara teliti dan cermat. Perhitungan biaya tersebut dapat Anda buat secara detail di dalam RAB. Seperti layaknya pembukuan, RAB menghitung secara rinci banyaknya biaya yang diperlukan untuk upah, material, dan biaya lainnya yang diperlukan untuk mendirikan atau merenovasi rumah. Tujuan dari dibuatnya RAB adalah agar proses renovasi rumah berjalan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan, sekaligus menekan keinginan-keinginan Anda untuk melakukan renovasi di titik-titik rumah yang tidak memerlukan renovasi. Dengan membuat RAB, berarti Anda sudah selangkah lebih maju dalam merencanakan renovasi rumah Anda.

Baca lebih detail mengenai RAB di sini.

Pentingnya Membuat Skala Prioritas

Tidak semua bagian di rumah Anda memerlukan renovasi. Jika memang hanya bagian atap dan plafon yang membutuhkan perbaikan, maka Anda harus fokus untuk merenovasi bagian tersebut. Seringkali, Anda banyak memiliki keinginan untuk merenovasi bagian lain. Namun dengan membuat skala prioritas, maka Anda tetap dapat fokus untuk menyelesaikan bagian renovasi rumah yang penting dan menghindari Anda dari biaya pengeluaran yang tidak diperlukan.

Renovasi Rumah Tidak Selalu Membutuhkan Jasa Arsitek

Jika Anda tidak memperluas rumah atau menambah lantai pada rumah (contoh: rumah 1 lantai menjadi 2 lantai), maka Anda perlu untuk menyewa jasa arsitek untuk merenovasi rumah Anda. Jasa arsitek diperlukan untuk menggambar denah rumah untuk keperluan pembuatan IMB renovasi rumah.

Lalu renovasi rumah seperti apa yang tidak membutuhkan jasa arsitek? Jika Anda ingin merenovasi kamar mandi, merubah tampilan dapur, atau mengganti atap Anda dengan yang baru makan Anda tak perlu menggunakan jasa arsitek. Namun pastikan Anda mengkomunikasikan keinginan Anda dan mengawasi pekerjaan kontraktor atau pemborong, agar renovasi rumah Anda berjalan dengan lancar.

Jika Budget Anda Terbatas, Gunakan Jasa Pemborong

Ada dua pilihan penyedia jasa untuk mengerjakan renovasi rumah, Anda bisa memilih kontraktor atau pemborong. Dari segi biaya, jasa kontraktor memang lebih mahal. Gambaran kasar biaya kontraktor di beberapa kota besar berkisar Rp. 1,5 – 2,5 juta per meter persegi. Dari gambaran biaya tersebut, Anda bisa menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk merenovasi rumah Anda. Biaya tersebut jelas tidak kecil. Oleh karena itu, Anda bisa memilih untuk menggunakan jasa pemborong untuk menghemat biaya renovasi rumah Anda.

Bila menggunakan jasa pemborong, biasanya biaya renovasi bisa lebih murah daripada jasa kontraktor, dari segi kualitas juga tidak kalah bagusnya jika Anda menggunakan jasa pemborong yang berpengalaman dan bertanggungjawab. Namun Anda harus memperhatikan satu hal yang sangat penting, jangan lupa untuk membuat Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK) sebelum memulai pekerjaan renovasi rumah. Hal ini dilakukan untuk melindungi Anda dari kecurangan yang mungkin saja terjadi antara Anda dengan penyedia jasa.

Pemilihan penyedia jasa kontraktor atau pemborong sebenarnya tergantung dari budget yang Anda miliki. Jika memang Anda hanya merenovasi rumah secara kecil-kecilan, maka menggunakan jasa pemborong merupakan pilihan yang tepat. Namun, jika Anda ingin mengubah style atau struktur rumah Anda dari gaya tradisional menjadi rumah minimalis, maka Anda dapat menggunakan jasa kontraktor.

Pilih Sistem Upah Harian dan Hindari Sistem Upah Borongan

Ada dua sistem upah yang sering dipakai untuk membayar jasa pemborong, yaitu sistem upah harian dan sistem upah borongan. Sistem upah harian merupakan sistem upah yang berdasarkan waktu, dimana upah yang diberikan dihitung berdasarkan satuan hari. Setiap pekerja akan diberikan upah sesuai jumlah hari Ia bekerja. Misalnya setiap hari pekerja dibayar Rp100.000,- hasilnya akan dikali jumlah hari bekerja, jadi Rp100.000,- x 20 hari = Rp2.000.000,-. Sistem upah hari ini bisa dibayarkan per minggu atau per bulannya, sesuai dengan kesepakatan Anda dan mandor tersebut. Dengan menggunakan sistem upah harian ini, pengeluaran Anda bisa jauh lebih jelas dan terkontrol.

Sedangkan jika menggunakan sistem upah borongan, Anda akan membayarkan besarnya total biaya upah yang telah disepakati. Misalnya jika Anda ingin merenovasi kamar mandi, jasa pemborong langsung menawarkan harga Rp1.000.000,- per m2.  Biasanya kesepakatan juga mencakup berapa lama pengerjaan proyek tersebut. Sistem upah borongan dibayar untuk suatu pekerjaan yang diborongkan. Nah, perhitungan sistem upah borongan ini tentu tidak sejelas sistem upah harian yang sudah mematok upah harian. Sehingga, Anda tidak bisa memprediksi berapa sebenarnya biaya jasa tersebut. Selain itu, sistem upah borongan ini juga riskan penipuan uang. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui dengan jelas rincian biaya kebutuhan material dan biaya total membangun untuk sistem upah borongan.

Beli Bahan Bangunan Sendiri

Memang, tidak semua orang mengerti tentang bahan bangunan. Mengurus renovasi rumah saja sudah membuat pusing, ini ditambah dengan harus membeli bahan bangunan sendiri. Jika Anda berpikir seperti itu, sudah saatnya mengubah pemikiran Anda mengenai sulitnya membeli bahan bangunan. Belanja bahan bangunan itu menyenangkan kok jika Anda sudah melakukan survei harga bahan bangunan terlebih dahulu dan memahami bahan bangunan apa yang tepat untuk rumah Anda. Apabila Anda lebih mempercayakan orang lain untuk membeli bahan bangunan (dalam hal ini penyedia jasanya yang membeli), maka mereka akan menambahkan ongkos ke dalam biaya pembelian bahan bangunan tersebut.

Semoga penjelasan di atas dapat memberikan pengetahuan untuk Anda yang ingin merenovasi rumah. Agar proyek renovasi rumah Anda berjalan lancar, jalani poin-poin di atas dengan cermat dan teliti. Kombinasi keenam poin di atas akan menghasilkan renovasi rumah dengan biaya yang murah, efisien, dan hasil yang memuaskan. Selamat merenovasi rumah Anda!

Butuh Jasa Renovasi Rumah Terpercaya?

Renovasi Rumah

Sedang merencanakan renovasi rumah dalam waktu dekat ini? Dapatkan jasa kontraktor atau pemborong profesional untuk mengerjakan proyek renovasi rumah Anda di Sejasa.com. Bandingkan harga, baca review, dan lihat profil usaha penyedia jasa. Yuk, kirimkan permintaan jasa renovasi rumah Anda sekarang!

5/5 (4)

Rate this article!

Share This Article!

Leave a Reply

Your email address will not be published.