Kayu, Material Konstruksi Kuat dan Ramah Lingkungan

Kayu dikenal sebagai salah satu material populer dalam konstruksi karena pemanfaatannya sudah sejak lama. Sifatnya fleksibel dan berkelanjutan sehingga sangat menguntungkan bagi pemilik bangunan dan lingkungan. Kenali material kayu lebih dalam lewat artikel ini.

Kayu sebagai bahan bangunan

Kayu yang biasa digunakan sebagai material konstruksi disebut kayu bangunan. Tipe ini umumnya dimanfaatkan untuk rangka konstruksi, dinding, lantai, serta bagian penting pada bangunan lainnya. Dari dahulu sampai sekarang banyak yang tertarik memanfaatkannya untuk bangunan khususnya rumah. Jenis yang beragam dan keunikannya membuat bahan alami ini mudah disesuaikan dengan selera pemilik bangunan.

Tipe kayu yang bisa dipakai untuk material bangunan

Jati 

kayu jati
IndiaMART

Jati merupakan jenis kayu yang terkenal awet. Daya tahannya terhadap cuaca, kelembapan, rayap, jamur, dan serangga dapat dikatakan sangat baik. Teksturnya halus dan warnanya akan semakin cantik seiring berjalannya waktu. Dari segi pengolahan dari batang hingga menjadi papan atau balok, terbilang mudah dibentuk dan dikerjakan. Karena alasan itu lah maka tak heran kalau harganya mahal di pasaran. Kayu ini biasa dimanfaatkan untuk rangka atap, tiang bangunan, dinding, dan lantai.

Merbau

kayu merbau
Softwoods

Punya sebutan lain kayu besi karena sifatnya yang keras. Bobotnya berat dan kokoh sangat sesuai untuk konstruksi bangunan. Merbau bisa jadi alternatif yang menawarkan kekuatan dan ketahanan yang baik selain jati. Kelebihan lain yang dimiliki merbau adalah sifatnya yang anti rayap dan anti jamur. Harganya pun relatif lebih murah dibandingkan jati. Merbau biasa dijadikan penyangga, geladak, dan tiang atap bangunan.

Kamper

kayu kamper champor
Round the Clock Mall

Jenis kayu ini tergolong unik karena mengeluarkan aroma khas kamper sehingga disebut kayu kamper. Aroma ini justru tidak disukai oleh rayap dan serangga lain sehingga tidak sulit untuk melindunginya dari hama.

Kamper terbagi jadi 3 macam yaitu Kamper Samarinda, Kamper Singkil, dan Kamper Kapur. Sesuai namanya, Kamper Samarinda banyak ditemukan di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur. Tipe ini paling mahal di kelasnya. 

Meski tidak sekokoh jati, namun kamper memiliki karakter yang cukup mirip dengan jati. Ia hadir dengan harga yang lebih murah dan lebih mudah didapat. Material ini biasa dijadikan bahan baku jendela dan pintu.

Mahoni

kayu mahoni mahogany
BSR

Pesaing jati yang tak kalah dari segi kualitas adalah mahoni atau mahogany. Kayu ini mudah dibentuk karena seratnya yang lurus dan teksturnya yang halus. Hasil finishing dari mahoni tak perlu diragukan lagi karena corak dan teksturnya yang menawan. Mahoni mudah ditemukan dan harganya pun cukup terjangkau. Jika Anda menginginkan bahan bangunan kayu yang berkualitas baik tanpa menguras dompet, mahoni sangat layak untuk dipertimbangkan. 

Meranti Merah

Meranti merah
Pinterest

Ada beberapa macam kayu meranti yang dibedakan berdasarkan warna. Meranti merah, kuning, dan putih. Akan tetapi, yang berwarna merah lebih umum digunakan untuk bahan bangunan. Daya tahan yang baik, struktur keras, diameter besar, tidak bercabang, dan tahan dari serangan rayap merupakan beberapa kelebihan kayu meranti merah. Oleh sebab itu, jenis ini biasanya dipakai untuk bahan pembuat rangka atap, jendela, pintu, railing, dan alas lantai.

Bengkirai

yellow balau bengkirai
Mill Works

Punya sebutan lain yellow balau. Sesuai namanya, bengkirai berwarna coklat kekuningan. Selain itu, kepadatannya baik, keras, dan tingkat keawetan yang relatif tinggi tergantung usianya.

Kekuatan bengkirai hampir setara dibanding kayu jati, sedangkan bobotnya masih lebih berat bengkirai. Demi meningkatkan kekuatannya, dempul atau wood filler perlu diaplikasikan pada saat finishing. Tingkat ketahanannya terhadap cuaca yang luar biasa menyebabkan bengkirai sering dimanfaatkan untuk bagian eksterior bangunan seperti pagar, decking, dan atap. 

Kelapa

kelapa coco lumber wood
Nom Living

Pohon kelapa dapat dimanfaatkan dari akar hingga ujung daun, termasuk batangnya. Kayu kelapa atau coco lumber jadi salah satu alternatif bahan konstruksi bangunan karena dinilai memiliki kekuatannya cukup baik, corak menarik, dan harga terjangkau. Hanya pohon yang sudah tidak produktif atau yang berusia minimal 60 tahun yang bisa dimanfaatkan batangnya.

Kondisi alam di Indonesia dan garis pantainya yang membentang luas sangat mendukung ketersediaan coco lumber. Yang satu ini dapat diolah menjadi beragam produk konstruksi misalnya rangka atap, daun pintu, jendela, lantai, dinding, tiang bahkan gazebo. 

Ulin 

kayu besi ulin ironwood
Elemental Republic

Kayu ulin terkenal kokoh, keras, dan tahan terhadap kelembapan, perubahan suhu, dan pengaruh air laut. Karena sifatnya yang begitu kuat, maka ulin punya sebutan lain yaitu kayu besi atau ironwood. Ulin memiliki aroma unik yang tidak dimiliki oleh jenis lain. Ketahanannya terhadap rayap patut diacungi jempol. Ironwood dijadikan bahan bangunan yang beragam seperti rangka, kuda-kuda, atap, dinding, tiang penyangga, juga lantai. 

Kelebihan 

  • Fleksibilitas kayu memudahkannya untuk dibentuk dan dikerjakan. Pemasangan material ini juga cukup mudah pada struktur konstruksi.
  • Kayu sifatnya tidak beracun dan tidak menyalurkan uap kimia ke dalam bangunan sehingga aman dari segi kesehatan untuk penghuninya.
  • Karena bersumber dari alam, maka dapat dibudidayakan dan ketersediaannya dapat terus diusahakan.
  • Dilihat dari nilai ekonomisnya, harganya relatif murah daripada material konstruksi lain yang melewati proses produksi yang panjang.
  • Bahan ini tidak dapat menghantarkan listrik sehingga mengurangi potensi korsleting listrik. Material ini sulit menghantarkan suhu menyebabkan temperatur ruangan cenderung stabil.
  • Bobotnya ringan namun kuat. Beberapa jenis kayu memiliki kekuatan yang tak kalah dari besi.
  • Proses pengolahan serta pengaplikasiannya jadi bahan bangunan membutuhkan energi yang lebih sedikit, emisi yang lebih rendah, serta tak banyak meninggalkan jejak karbon yang berbahaya dari sisi kesehatan dan keamanan. Dengan kata lain, ramah lingkungan.

Kekurangan

  • Tidak bisa dipungkiri bahwa material satu ini rentan akan hama seperti rayap, semut, jamur, dan sebagainya. Anda harus memberi pelapis tertentu sebelum menggunakan produknya dan harus segera diperbaiki jika terjadi kerusakan.
  • Penyusutan dan pemuaian sangat mungkin terjadi karena ia mengandung air dengan jumlah tertentu. Akan tetapi jika air sudah mencapai seratnya, maka kayu dapat memuai dan struktur jadi kurang kokoh.
  • Sifatnya mudah terbakar. Akan tetapi, sekarang banyak pelapis anti api yang membuatnya lebih tahan terhadap api. Pelapis ini mendukung kayu dalam memenuhi standar teknis bahan bangunan yang aman.

Share This Article!

Leave a Reply

Your email address will not be published.