ac hemat listrik

Yuk, Kenali Arti Label Bintang Pada AC Hemat Energi!

Sudah keluar uang jutaan rupiah untuk AC baru, eh tagihan listrik bulan berikutnya tetap saja bikin kaget. Kalau ini pernah Anda alami, kemungkinan besar Anda melewatkan satu detail kecil di sisi unit AC saat membeli: stiker kuning berisi gambar bintang yang sering dianggap sepele. Padahal itulah kunci untuk tahu apakah AC yang Anda beli benar-benar AC hemat energi atau cuma terlihat hemat dari iklannya saja.

Artikel ini akan membahas apa itu label hemat energi AC, apa arti tiap tingkat bintangnya, dan kenapa memilih AC hemat energi jadi jauh lebih penting untuk rumah-rumah di Indonesia.

Apa Itu Label Tanda Hemat Energi (LTHE)?

Label Tanda Hemat Energi atau LTHE adalah label resmi yang wajib ditempelkan pada setiap AC yang dijual di Indonesia. Aturan ini diterbitkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat Ditjen EBTKE, mulai berlaku sejak 2015 melalui Permen ESDM No. 7 Tahun 2015. Kemudian disempurnakan pada 2021 dari sistem 4 bintang menjadi 5 bintang, dan makin diperkuat lewat PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi.

Tujuan adanya label LTHE ini adalah memberi informasi objektif ke konsumen soal seberapa hemat sebuah AC mengubah listrik menjadi udara dingin, tanpa perlu paham istilah teknis pendinginan. Setiap AC yang beredar resmi di Indonesia wajib melalui uji efisiensi ini sebelum boleh dijual.

Arti Setiap Tingkat Bintang pada AC 

Sistem rating LTHE terdiri dari bintang 1 (paling boros) sampai bintang 5 (paling hemat/efisien). Berikut penjelasan umumnya:

  • Bintang 2
    Standar minimum yang saat ini diizinkan beredar di Indonesia. Cocok untuk pemakaian sesekali dengan durasi singkat.
  • Bintang 3
    Efisiensi menengah, paling umum ditemukan di pasaran dengan harga terjangkau. Cocok untuk kamar tidur dengan pemakaian beberapa jam sehari.
  • Bintang 4
    Efisiensi tinggi, biasanya jadi titik tengah yang paling masuk akal antara harga dan penghematan listrik jangka panjang. Cocok untuk rumah tangga yang menyalakan AC tiap hari.
  • Bintang 5
    Efisiensi tertinggi. Paling ideal untuk AC yang menyala dalam durasi panjang setiap hari, karena selisih penghematan listriknya paling terasa dalam jangka panjang.

Satu hal penting yang perlu Anda ketahui bahwa sejak Oktober 2024, AC bintang 1 sudah tidak diperbolehkan lagi dijual di Indonesia. Jadi, kalau ada AC baru yang ditawarkan dengan label bintang 1, itu tandanya produk tidak sesuai standar yang berlaku sekarang, sehingga patut dicurigai keasliannya.

Bukan Cuma Lihat Bintang, Kenali Juga Angka CSPF!

Pada label yang sama, biasanya ada angka lain yang sering terlewat: CSPF (Cooling Seasonal Performance Factor), diukur dalam satuan Wh/Wh. Angka ini menunjukkan seberapa banyak pendinginan yang dihasilkan AC untuk setiap satuan listrik yang dipakai, dihitung dari simulasi pemakaian sepanjang musim, bukan cuma satu titik pengukuran.

Hal ini sangat penting karena dua AC yang sama-sama berlabel bintang 4 bisa punya nilai CSPF berbeda, misalnya 4,2 berbanding 4,8. AC yang nilainya lebih tinggi jelas lebih hemat dalam pemakaian nyata sehari-hari, meski jumlah bintangnya sama. Jadi, kalau sedang membandingkan dua unit dengan rating bintang yang identik, angka CSPF ini bisa jadi pembeda yang lebih akurat.

Berikut adalah tabel nilai CSPF per tingkat bintang yang berlaku saat ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.134.K/EK.07/DJE/2023:

Jumlah Bintang Rentang Nilai CSPF Kategori Efisiensi
⭐⭐ (2 Bintang) 3,40 ≤ CSPF < 3,80 Standar Minimum
⭐⭐⭐ (3 Bintang) 3,80 ≤ CSPF < 4,20 Menengah
⭐⭐⭐⭐ (4 Bintang) 4,20 ≤ CSPF < 5,00 Tinggi
⭐⭐⭐⭐⭐ (5 Bintang) CSPF ≥ 5,00 Sangat Tinggi

Selain itu, biasanya label juga mencantumkan estimasi konsumsi listrik dalam kWh per tahun. Angka ini bisa langsung dikalikan dengan tarif listrik PLN di rumah Anda untuk membandingkan estimasi biaya antar unit sebelum membeli.

Kenapa AC Hemat Energi Penting untuk Rumah di Indonesia?

Di negara empat musim, AC mungkin hanya dipakai beberapa bulan saat musim panas. Sedangkan di Indonesia, suhu tinggi dan kelembapan berlangsung sepanjang tahun, sehingga pola pemakaian AC jauh berbeda, yaitu:

  1. Durasi pemakaian jauh lebih lama
    Banyak rumah tangga di Indonesia menyalakan AC 8 jam atau lebih setiap malam, bahkan ada yang menyala nyaris 24 jam terutama di kota-kota besar dan dataran rendah yang panas. Semakin lama durasi pakai, maka semakin besar dampak selisih efisiensi antar rating bintang terhadap tagihan listrik bulanan.

  2. AC jadi kontributor besar dalam tagihan listrik rumah tangga
    Untuk rumah dengan AC di beberapa ruangan, pendinginan udara sering jadi salah satu porsi terbesar dari total konsumsi listrik bulanan. Ini jauh lebih besar dibanding lampu atau elektronik lain.

  3. Ukuran dan kapasitas (PK) harus disesuaikan, bukan cuma rating bintang
    AC berbintang 5 yang kekecilan untuk ruangannya justru akan bekerja lebih keras dan tetap boros. Sebaliknya, AC berbintang 3 dengan kapasitas PK yang pas untuk ukuran kamar bisa lebih hemat dibanding AC bintang 5 yang salah ukuran. Dengan begitu, rating bintang sebaiknya selalu dipertimbangkan bersama luas ruangan, bukan berdiri sendiri.

  4. Tarif listrik yang terus jadi perhatian rumah tangga
    Dengan tarif PLN yang berlaku per golongan, selisih efisiensi antar rating bintang berdampak langsung dan bisa dihitung.  Dengan begitu memilih rating yang lebih tinggi di awal, meski harga belinya sedikit lebih mahal, sering kali sudah balik modal dalam 1-2 tahun pemakaian rutin.

Cara Praktis Memilih AC Hemat Energi

  1. Cek luas ruangan dulu, baru tentukan kapasitas PK yang sesuai. Rating bintang setinggi apapun tidak akan optimal kalau kapasitasnya salah.
  2. Bandingkan nilai CSPF, bukan cuma jumlah bintang, terutama kalau membandingkan beberapa unit dengan rating yang sama.
  3. Pastikan label asli dan resmi. Cari stiker LTHE yang jelas, bukan hasil tempelan atau fotokopi, karena AC tanpa label resmi secara aturan tidak boleh dijual di Indonesia.
  4. Sesuaikan dengan pola pemakaian rumah tangga Anda. Untuk kamar yang dipakai AC setiap malam, selisih investasi ke bintang 4-5 biasanya lebih masuk akal dibanding rumah yang jarang menyalakan AC.

Memahami label hemat energi ini jadi langkah pertama yang penting sebelum membeli AC baru. Tapi rating di label ini adalah kondisi ideal saat unit masih baru. Bagaimana AC itu dirawat setelahnya juga tentu ikut menentukan apakah efisiensinya bisa bertahan sesuai janji labelnya.

Kalau AC di rumah Anda sudah waktunya dicuci atau service rutin agar tetap hemat sesuai label bintangnya, jasa perawatan AC tersedia di Aplikasi Sejasa atau  sejasa.com.

jasa Service AC Sejasa