Kerusakan mesin cuci sering muncul tanpa tanda yang jelas, sehingga cucian menumpuk dan aktivitas rumah tangga menjadi terganggu. Setiap tipe mesin cuci memiliki pola masalah yang berbeda, terutama antara mesin cuci 2 tabung yang manual dan 1 tabung yang otomatis. Dengan mengenali gejalanya sejak awal, Anda dapat menentukan langkah penanganan yang tepat sebelum kerusakan bertambah parah dan biayanya membengkak.
Daftar Isi
Perbedaan Cara Kerja Mesin Cuci 2 Tabung dan 1 Tabung
Sebelum mengetahui perbedaan kerusakan pada mesin cuci 2 tabung dan 1 tabung, Anda perlu tahu bahwa cara kerjanya berbeda.
- Mesin cuci 2 tabung memisahkan proses pencucian dan pengeringan, sehingga Anda perlu memindahkan pakaian secara manual dari satu tabung ke tabung lainnya.
- Sebaliknya, mesin cuci 1 tabung menjalankan pengisian air, pencucian, pembilasan, hingga pengeringan secara otomatis dalam satu wadah.
Perbedaan sistem inilah yang membuat komponen, titik rawan, serta jenis kerusakan pada kedua tipe mesin cuci tersebut juga ikut berbeda.
Kerusakan Mesin Cuci 2 Tabung yang Sering Terjadi
Mesin cuci 2 tabung dikenal awet dan hemat listrik, tetapi komponen mekanisnya tetap bisa aus seiring waktu pemakaian yang cukup intensif. Berikut beberapa kerusakan mesin cuci 2 tabung yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna di rumah.

Pengering Tidak Berputar
Pengering mesin cuci 2 tabung yang tidak berputar biasanya disebabkan oleh dinamo pengering yang melemah atau kapasitor yang sudah rusak. Selain itu, rem pengering yang aus juga dapat menahan putaran tabung, meskipun mesin tetap mengeluarkan suara dengung saat dinyalakan.
Timer Tidak Berfungsi
Timer yang tidak berjalan membuat proses mencuci atau mengeringkan berhenti mendadak, bahkan terkadang mesin sama sekali tidak mau menyala. Kondisi ini umumnya terjadi karena komponen timer sudah aus atau kemasukan air akibat posisi mesin yang terlalu dekat dengan keran.
Putaran Tabung Pencuci Melemah
Jika putaran tabung pencuci terasa lambat, kemungkinan besar v-belt sudah kendor atau dinamo pencuci mulai kehilangan tenaganya. Masalah ini sering muncul ketika Anda rutin memasukkan cucian melebihi kapasitas maksimal yang dianjurkan oleh produsen mesin cuci.
Kerusakan Mesin Cuci 1 Tabung yang Perlu Diwaspadai
Mesin cuci 1 tabung memang lebih praktis, tetapi sistem otomatisnya melibatkan lebih banyak sensor dan komponen elektronik yang sensitif. Kerusakan mesin cuci 1 tabung pada tipe top loading dan front loading pun memiliki karakteristik yang sedikit berbeda.
Air Tidak Mau Dibuang
Mesin cuci yang tidak mau membuang air biasanya mengalami sumbatan pada selang pembuangan atau filter yang dipenuhi serat kain dan kotoran. Apabila selang dan filter sudah bersih tetapi air tetap tertahan, pompa drain kemungkinan besar mengalami kerusakan dan perlu diperiksa teknisi.
Bunyi Keras Saat Proses Spin
Bunyi keras saat proses spin dapat dipicu oleh beban cucian yang tidak seimbang, sehingga tabung berputar miring dan membentur dinding mesin. Namun, jika suara tetap muncul setelah cucian dirapikan, bearing yang aus atau per peredam yang melemah bisa menjadi penyebab utamanya.
Muncul Kode Error dan Karet Pintu Bocor

Pada mesin cuci front loading, kode error di layar menandakan adanya gangguan sensor, sistem pengunci pintu, atau aliran air yang tidak normal. Sementara itu, karet pintu yang getas atau sobek dapat menyebabkan kebocoran air ke lantai setiap kali mesin sedang bekerja.
Perbedaan Kerusakan Mesin Cuci 2 Tabung dan 1 Tabung
Tabel berikut ini dapat Anda jadikan panduan cepat untuk mengenali sumber masalah sebelum memutuskan perbaikan sendiri atau memanggil teknisi.
|
Aspek |
Mesin Cuci 2 Tabung |
Mesin Cuci 1 Tabung |
|
Sistem kerja |
Manual, tabung cuci dan pengering terpisah |
Otomatis, semua proses dalam satu tabung |
|
Kerusakan paling umum |
Pengering tidak berputar, timer rusak, putaran pencuci melemah |
Air tidak mau dibuang, bunyi keras saat spin, muncul kode error |
|
Komponen rawan rusak |
Dinamo, kapasitor, v-belt, rem pengering, timer |
Pompa drain, sensor, bearing, per peredam, karet pintu |
|
Pemicu utama |
Cucian melebihi kapasitas dan timer terkena air |
Filter kotor, cucian tidak seimbang, gangguan sensor |
|
Tingkat kerumitan perbaikan |
Relatif sederhana, suku cadang mudah ditemukan |
Lebih kompleks karena melibatkan komponen elektronik |
|
Perawatan yang disarankan |
Jaga kapasitas cucian dan jauhkan panel dari percikan air |
Bersihkan filter secara rutin dan seimbangkan posisi cucian |
Mengenali perbedaan gejala pada mesin cuci 2 tabung dan 1 tabung membantu Anda mengambil keputusan perbaikan dengan lebih cepat dan tepat. Lakukan juga perawatan rutin, seperti membersihkan filter dan tidak memasukkan cucian berlebihan, agar mesin tetap awet dalam jangka panjang.
Jika kerusakan mesin cuci tidak kunjung teratasi, sebaiknya Anda segera menyerahkan penanganannya kepada teknisi yang berpengalaman dan terpercaya. Sejasa menyediakan layanan service mesin cuci 1 tabung maupun 2 tabung dengan teknisi profesional yang siap datang langsung ke rumah Anda. Pesan melalui aplikasi Sejasa atau website sejasa.com, lalu nikmati kembali aktivitas mencuci yang lancar tanpa khawatir cucian menumpuk.







